Rabu, 06 Januari 2016

JURNAL UMUM UKM NASI GORENG



UKM NASI GORENG
JURNAL UMUM
Periode 1 Desember 2015

Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit





1
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





1
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





2
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





2
Kas

407.000


Pendapatan


407.000





3
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





3
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





4
Biaya Kendaraan

20.000


Kas


20.000





4
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





4
Kas

418.000


Pendapatan


418.000





5
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





5
Kas

407.000


Pendapatan


407.000





6
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





6
Kas

407.000


Pendapatan


407.000





7
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





7
Kas

418.000


Pendapatan


418.000





8
Biaya Kendaraan

15.000


Kas


15.000





8
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





8
Kas

418.000


Pendapatan


418.000





9
Prive

150.000


Kas


150.000





10
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





10
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





11
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





11
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





12
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





12
Kas

429.000


Pendapatan


429.000





13
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





13
Kas

429.000


Pendapatan


429.000





14
Prive

100.000


Kas


100.000





15
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





15
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





16
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





16
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





17
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





17
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





18
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





18
Kas

429.000


Pendapatan


429.000





19
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





19
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





20
Perlengkapan

300.000


Biaya Sewa

150.000


Kas


450.000





20
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





21
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





21
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





22
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





22
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





23
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





23
Kas

429.000


Pendapatan


429.000





24
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





24
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





25
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





25
Kas

429.000


Pendapatan


429.000





26
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





26
Kas

418.000


Pendapatan


418.000





27
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





27
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





28
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





28
Kas

440.000


Pendapatan


440.000





29
Prive

150.000


Kas


150.000





30
Perlengkapan

300.000


Kas


300.000





30
Kas

418.000


Pendapatan


418.000






TOTAL

20.301.000
20.301.000

CELAH KORUPSI PADA RUMAH MAKAN



                Saya menganalisis di sebuah tempat makan daerah bekasi timur tepatnya di perumahan Mutiara Gading Timur yang menjual macam-macam makanan seperti ayam goreng penyet, ayam bakar penyet, bebek goreng , dan masih banyak lagi tempat makan itu bernama “ayam penyet joss dan nasi uduk kebun kacang” ketika saya menganalisis rumah makan tersebut ternyata ada kemungkinan karyawannya melakukan tindak korupsi, memang bukan korupsi yang besar seperti pejabat – pejabat pada umum nya namun jika celah ini di biarkan begitu saja dampak nya akan merugikan rumah makan tersebut mungkin bisa saja rumah makan tersebut menjadi gulung tikar atau bangkrut. Letak celah kemungkinan korupsi tersebut ada di bagian pembayaran di mana kasir yang ada di rumah makan tersebut berada dibagian dalam dan tempat membuat minuman – minuman yang di sediakan rumah makan tersebut ada di luar apa yang membuat saya berfikiran itu dapat menjadi celah tindak korupsi adalah ketika orang yang berlalu lalang di depan rumah makan tersebut ingin membeli minuman seorang karyawan dapat membuat kecurangan dengan menjual minuman itu namun uang yang di bayarkan pembeli tidak di berikan ke kasir dan yang jadi perhatian juga yang menjaga kasir tersebut terkadang tidak ada di tempat dalam waktu yang cukup lama menurut saya.

                Solusi untuk mengatasi masalah tersebut menurut saya yaitu dengan cara kasir yang tadinya didalam, dipindahkan ke depan agar semua transaksi pembelian dan pembayaran dapat terpantau.
Dan mencari karyawan yang baru untuk bagian kasir dari orang yang dianggap terpercaya seperti, sanak keluarga, atau karyawan yang paling lama bekerja di rumah makan tersebut.
Bila ingin lebih aman lagi, sebaiknya rumah makan tersebut memasang CCTV.

Rabu, 18 November 2015

PEMROSESAN TRANSAKSI



Pemrosesan Transaksi Nasi Goreng Mas Heru

Usaha Nasi Goreng adalah usaha kecil menengah yang bergerak dibidang kuliner. Usaha ini berdiri sejak tahun 2000 yang didirikan oleh Mas Heru dan berlokasi di area taman perumahan Puri Hutama. Nasi goreng ini setiap malamnya selalu ludes oleh pembeli sekitar perumahan tersebut hanya dalam waktu beberapa jam, warung nasi goreng ini juga dapat di order via sms layaknya layanan pengiriman online yang sedang marak saat ini.  Dengan harga yang sangat ekonomis, nasi goreng mas heru dapat di jadikan salah satu referensi kuliner yang patut di coba untuk memanjakan lidah dan perut pembelinya.
Awalnya Mas Heru mendirikan usaha ini dengan modal awal 1,5 juta rupiah. Dimana modal tersebut sudah termasuk gerobak dan peralatan masak seperti penggorengan berdiameter besar, kompor, spatula, dll.

Proses Pembelian bahan - bahan Nasi Goreng yang dibeli oleh Mas Heru
Untuk melayani pemesanan per satu hari, nasi goreng membutuhkan bahan baku yang dibeli sebagai berikut :
-          Bawang putih
-          Bawang merah goreng (bawang goreng)
-          Telur
-          Beras
-          Kecap ikan
-          Kecap asin
-          Kecap manis
-          Garam
-          Penyedap rasa
-          Ayam
-          Acar
-          Kerupuk
Total pembelian persediaan bahan baku untuk satu hari membutuhkan biaya sebesar 300 ribu rupiah.

Proses Transaksi atau Penjualan
Untuk proses penjualan nasi goreng ini biasa dilakukan jika ada yang memesan. Misalnya jika ada konsumen yang memesan satu porsi nasi goreng atau lebih, penjualan per porsinya adalah 11 ribu rupiah. Pelanggan melakukan proses transaksi dengan cara mendatangi warung Nasi Goreng tersebut lalu memesan langsung berapa porsi yang dibutuhkan bisa juga order via sms atau telepon. Kemudian proses pelayanan oleh penjual dimulai dengan menyiapkan bahan - bahan apa saja yang ingin digunakan dalam membuat nasi goreng. Apabila pelanggan memesan via sms, penjual mengkonfirmasi pesanan dengan membalas pesan bahwa pesanan sudah selesai dan segera diambil dan melakukan proses pembayaran secara manual. Setelah proses pembayaran dilakukan maka proses transaksi antara pelanggan dan penjual telah selesai.

Pengeluaran dan Pendapatan
Proses pengeluaran Nasi goreng oleh Mas Heru pada penjualan satu hari dari proses persediaan bahan baku sampai keuntungan. Total pengeluaran per harinya sebesar 300 ribu rupiah, nasi goreng tersebut terjual setiap harinya sekitar 35 – 40 porsi. Total pendapatan yang diperoleh sekitar 400 ribu rupiah sampai 450 ribu rupiah. Sedangkan pengeluaran untuk membeli bahan – bahannya 300 ribu rupiah, maka keuntungan yang didapat oleh mas Heru sebesar 100 ribu sampai 150 ribu setiap harinya.
Untuk usaha Nasi Goreng ini tidak ada pegawai, melainkan Mas Heru sendiri yang selalu melayani setiap pembelinya. Dikarenakan tidak ada pegawai maka tidak ada upah untuk pegawai. Dengan tidak adanya pegawai maka keuntungan yang diperoleh dari usaha Nasi Goreng tersebut bersih (tidak dibagi – bagi).